Minggu, 28 September 2008

. Minggu, 28 September 2008



[ Minggu, 28 September 2008 ]

Jakarta Kosong, Pantura Macet 10 Km
JAKARTA - Suasana ibu kota kemarin sudah lebih longgar daripada hari biasa. Makum, sudah lebih dari setengah juta penghuni Jakarta yang pulang kampung.

Berdasar pantauan Indo.Pos (Jawa Pos Group), kondisi di sejumlah jalan protokol cukup longgar. Jl HM Tamrin yang biasanya padat kendaraan bermotor, kemarin arus lalu lintas terlihat lancar. Demikian juga di Jl Jenderal Sudirman dan Letjen Suprapto. Arus lalu lintas di dua jalan protokol tersebut tidak tampak padat.

Data statistik di Posko Mudik Lebaran Departemen Perhubungan menunjukkan, sejak H-7 hingga H-5 (Jumat, 26/9), warga yang meninggalkan Jakarta sudah mencapai 480.616 orang. Itu hanya mereka yang mudik dengan angkutan umum, kereta api, dan bus antarkota antarprovinsi. Belum termasuk yang menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor, pesawat terbang, dan kapal laut.

Berbondong-bondongnya warga ibu kota yang pulang kampung itu mengakibatkan kemacetan di sepanjang jalur yang mereka lalui. Di Cirebon, tepatnya di depan Pasar Tegalgubug, kemacetan tak bisa dihindari. Sejak kemarin siang hingga tadi malam, lalu lintas di titik tersebut nyaris berhenti total. Berdasar pantauan Radar Cirebon (Jawa Pos Group, ekor kemacetan sampai di daerah Kertasmaya, Indramayu, yang jaraknya sekitar 10 km.

Kemacetan itu sebenarnya terjadi sejak Jumat(26/9) malam. Sebab, aktivitas pasar sandang Tegalgubug memang terjadi pada malam hari. Apalagi, pengunjung pasar sandang yang di masa lalu sempat disebut-sebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia Tenggara itu bukan hanya warga Cirebon, melainkan juga warga dari Jateng, Bandung, dan Jakarta. Untuk mengurai kemacetan, petugas membuka jalur alternatif di perempatan Bunder, Susukan.

Sementara itu, Mabes Polri optimistis dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas pada mudik tahun ini. Korps baju cokelat itu mengklaim, sejak Operasi Ketupat digelar pada H-7 (24 September) hingga kemarin, total korban lalu lintas menurun 50 persen dibanding hari yang sama pada mudik tahun lalu.

Berdasar laporan yang masuk ke Mabes Polri hingga tadi malam, korban meninggal di jalan berjumlah 14 orang. Itu termasuk delapan orang yang meninggal dalam kecelakaan jalur pantai utara (pantura) di Subang.

"Jumlah ini tentu turun dibanding tahun lalu. Padahal, kendaraan pemudik meningkat. Salah satu cara yang kita tempuh adalah memuat motor pemudik dengan truk atau mengawal mereka," kata Juru Bicara Operasi Ketupat Pusat Kombespol Bambang Kuncoko kemarin (27/9). Kabidpenum Polri itu melanjutkan bahwa hingga kini arus mudik masih dalam perkiraan.

Sebanyak 94 ribu personel polisi yang diterjunkan ke lapangan -43 ribu di antaranya di jalur pantura- masih dianggap mampu mengantisipasi lonjakan pemudik. "Arus mudik di berbagai terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara semua dalam tahap relatif terkontrol dan dapat ditangani," tambah lulusan Akpol 74 itu.(jpnn/naz/nw/agm)

0 komentar: