Kunci Mata, Mulut, dan Nafsu
"Puasa adalah perisai. Maka, barang siapa di antaramu sedang berpuasa, janganlah berkata keji dan jahil. Jika ada orang yang menyerang atau memakimu, katakanlah, aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa!" (HR Bukhari Muslim)
EHEM.. ehem.. nah, hari ini si Det pengin bikin naskah yang agak religius. Ha ha ha. Bisa nggak seperti itu? Kalau diganggu orang, bilang, "Aku sedang berpuasa." Bukan malah mengumpat atau tergoda rayuan si pengganggu. He he he.
Nggak bisa? Wah, ternyata masih ada (36,3 persen) responDet yang sering kebablasan melakukan hal terlarang saat puasa. Mulai mengumpat (37,8 persen), mesum sama pacar (18,6 persen), sampai ngerumpi (12,2 persen).
Loh, ayo semangat, harus bisa dong mengunci mulut (dari mengumpat atau ngerumpi), mata (dari lihat hal jelek), dan nafsu (dari mesum) saat puasa. Ngakunya sih, responDet ngelakuin itu nggak sengaja (69,9 persen). Tapi, apa bener nggak sengaja?
Diingat baik-baik deh. Manusia kan punya processor utama bernama otak. Nah, segala kegiatan yang kita lakukan pasti harus atas persetujuan otak. Iya sih, ada yang namanya gerak refleks lewat neuron perantara. Tapi, apa ya mesum dan ngerumpi bisa dikatakan gerak refleks? Berarti, yang salah otak!
Mengumpat? Hmm.. kadang bisa jadi gerak refleks. Tapi, tetap bisa ditahan kok. Asal, di otak kita tanamkan dalam-dalam tekad untuk tidak berkata kotor. Ganti refleks kita dengan kata istigfar. Mulai sekarang, oke?
Salah satu "pelaku kejahatan" di bulan Ramadan adalah Yulistiyan Wardhana asal SMAN 6 Surabaya. Cowok yang biasa dipanggil Yayan ini mengaku, saat Ramadan, yang paling susah bukan nahan makan dan minum, tapi puasa mengumpat.
"Udah kebiasaan ngomong kata-kata itu sehari-hari. Biasa lah... kalau lagi guyon atau nongkrong bareng temen kan, kita sering mengeluarkan kata j****k. Apalagi kalau kesel sama sesuatu. Namanya juga arek Suroboyo. He he he," ujar pelajar kelas XII itu.
Contohnya, waktu temen-temennya ngatain sesuatu yang bikin Yayan kesel, dia langsung bilang, "Aku puasa, c*k!" Ups.. kelepasan. Tapi, lucunya, setelah melakukan kegiatan terlarang itu, penghobi game komputer ini ngerasa bersalah setengah mati. "Aku langsung sadar. Lagi puasa! Langsung nyesel deh," tuturnya.
Nggak cuma cowok yang ngerasain susahnya puasa mengumpat, kaum hawa juga. Contohnya Intania Yudinda dari SMPN 1 Surabaya. "Biasanya sih, kalau dikagetin, dijegal, atau kalau ulangan jelek dan dimarahin guru. Pasti mangkel, trus nggak sengaja deh, ngucapin j****k," ucap cewek yang biasa dipanggil Tasya tersebut.
Senada dengan Yayan, Tasya juga langsung menyesal setengah mati begitu kelepasan ngomong jelek. "Aku langsung bilang astaghfirullah," ujarnya. Tapi, diulang lagi? "Iya, he he he. Gimana dong, udah kebiasaan. Tapi, aku usahain sekuat tenaga buat jaga mulut," ujar cewek yang hobi dengerin musik itu janji.
Kalau responDet berikut berhasil puasa mengumpat. Tapi, dia tetap ngelakuin hal yang dilarang: berehem-ehem. Dia adalah Suharyati, pelajar SMAN 17. "Nggak sampai parah sampai ciuman kok. Paling cuma pegangan tangan dan semacamnya. Tapi, aku langsung menyesal. Sadar kalau salah. Makanya, sampai sekarang aku membatasi diri ketemu pacar kalau puasa. Ketemunya pas abis magrib aja. He he he," celotehnya.(hil/dat)
0 komentar:
Posting Komentar